Sabtu, 03 Juli 2010

membuat kamera sederhana dari kaleng bekas

Mungkin kedengarannya aneh.... namun ini benar benar realita...... kamera ini disebut juga kamera lubang jarum...... pembuatannyapun mudah.... dan siapa saja bisa membuatnya..... tanpa basa basi lagi langsung saja..... di simak.......

MEMBUAT KAMERA LUBANG JARUM :

Bahan yang dibubutuhkan :

1 buah Kaleng Bekas ( contohnya yang di pake kaleng bekas rokok )

1 botol Cat Semprot Hitam kabur (doff)

1 buah Jarum Dinding ( yang bisa buat kliping )

1 buah Jarum Jahit Tangan





















cara membuatnya :
1. Cat bagian dalam kaleng dan bagian dalam tutup kaleng hingga merata,














2. kemudian tutupnya















3. Lubangi dinding kaleng dengan Jarum Dinding, diameter lubang berkisar antara 0,3-0,5 mm














4. Cat bagian luar kaleng hingga merata. (untuk memperindah tampilan Kamera)














5. Tutup Kembali lubang tersebut dengan isolasi atau stiker yang tidak tembus cahaya. (untuk mencegah cahaya masuk sebelum pengambilan gambar dilakukan)
















cara mengambil dan mencetak gambar

1. Kertas flim dimasukan kedalam kaleng (saat masuk jangan terkena sinar matahari, posisi kertas mengikuti bentuk kaleng )

2. Lalu cari objek yang akan di ambil gambarnya biasanya objek yang dipakai adalah objek yang diam, jika kondisi cuaca cerah (panas) tutup lubang jarum lalu buka antara 20-30 detik, atau sesuai insting, jika cuaca gelap maka waktunya sekitar 1 menit, bahkan bisa lebih.

3. Setelah itu masuk proses kamar gelap untuk di jadikan kertas positif (ingat hasil foto tersebut dalam bentuk negatif ).

4. Proses selanjutnya adalah proses pencucian kertas foto , proses ini dilakukan di kamar gelap, kalau kamu tidak punya kamar gelap kamu bisa menggunakan kamar / kamar mandi yang ditutup rapat-rapat di malam hari yang mencekam..... sampai tidak terlihat cahaya sedikitpun yang masuk.

5. Bahan yang dibutuhkan untuk memproses media kertas foto hanya ada 3:
1. Cairan developer
2. stop bath atau cuka
3. Cairan fixer
Bahan-bahan tersebut tersedia banyak di tempat cetak photo.

6. Waktu proses:
- Masukan kertas negative kedalam cairan developer sambil digoyang-goyangkan kira-kira 2 sampai 4 menit tergantung perbandingan larutan developer dengan air.
- Stop bath +- 20 detik
- Fixer 2-3 menit.

7. Setelah semua proses itu kamu lakukan kamu hanya tinggal membilas atau merendamnya sementara dalam air bersih hal itu untuk menetralkan zat-zat dari bahan-bahan kimia tadi. Lalu tahap terakhirnya adalah keringkan fotonya dan jadi deh

selain menggunakan teknik kamar gelap, pencetakan juga dapat di lakukan dengan men scan hasil foto d komp... lalu mengubah hasil negative tsb menjadi positif

Catatan :


1.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.

2.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)

3. Semakin besar lubang, dan semakin lama bukaan lubang: maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur.

4. Semakin kecil lubang, dan semakin singkat bukaan lubang: maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.

5. beli developper dan fixer buat nyucinya.

6. mnumlah susu supaya sehat.

7. bebaskan expresi anda.... selamat berexperiment

contoh hasil










(dari berbagai sumber)

Jumat, 02 Juli 2010

Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan by Tasaro



menjelaskan sosok kepemimpinan Rasulullah secara dalam dalam.........penggambaran pemandangan bukit sistan, pegunungan himalaya yang sampai keloyalan orang perbatasan terperinci.......sungguh terhanyut

View all my reviews >>

Minggu, 06 Juni 2010

RIP dan DHCP Cisco

PENGERTIAN RIP

RIP adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol yang lainnya.

pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Oke begitu aja pengertiannya. Untuk selanjutnya kita kembali dengan apa yang ingin saya share ke pembaca blog ini. Langkah awal kita memberi nama tiap router, hub dan komputer klien seperti pada gambar. Untuk langkah tersebut silahkan baca pada lesson satu yak. Setelah menamai semuanya langkah selanjutnya kita langsung mensetting router nakula dan sadewa sebagai berikut.

Pada Nakula :

Nakula>enable
Nakula#conf t
Nakula(config)#interface fastEthernet 0/0
Nakula(config-if)#ip address 192.168.100.1 255.255.255.248
Nakula(config-if)#no shut

Nakula(config)#interface fastEthernet 0/1
Nakula(config-if)#ip address 192.168.1.62 255.255.255.192
Nakula(config-if)#no shut

Pada Sadewa :

Sadewa>enable
Sadewa#configure terminal
Sadewa(config)#interface fastEthernet 0/0
Sadewa(config-if)#ip address 192.168.100.2 255.255.255.248
Sadewa(config-if)#no shut

Sadewa(config)#interface fastEthernet 0/1
Sadewa(config-if)#ip address 192.168.2.62 255.255.255.192
Sadewa(config-if)#no shut


Pada 2 tahap di atas kita memberikan ip address pada kedua router pada ethernet 0 dan 1. Selanjutnya kita akan mensetting dhcp dengan maksud agar komputer klien bisa koneksi tanpa kita mensetting ip addressnya kasarnya otomatis gitu loh.

Pada Nakula :

Nakula(config)#ip dhcp pool nakula
Nakula(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.192
Nakula(dhcp-config)#default-router 192.168.1.62
Nakula(dhcp-config)#exit


Pada Sadewa :

Sadewa(config)#ip dhcp pool sadewa
Sadewa(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.192
Sadewa(dhcp-config)#default-router 192.168.2.62
Sadewa(dhcp-config)#exit


Keterangan di atas kita membuat dhcp pool untuk membuat range ip address yang akan kita gunakan untuk dhcp ip address. Selanjutnya kita setting ip address komputer klien menjadi dhcp dan setelah itu kita cek dengan cara sebagai berikut.

PCDireksi>ipconfig

IP Address………………….: 192.168.1.1
Subnet Mask…………………: 255.255.255.192
Default Gateway……………..: 192.168.1.62

PCSPVS>ipconfig

IP Address………………….: 192.168.2.3
Subnet Mask…………………: 255.255.255.192
Default Gateway……………..: 192.168.2.62


Keterangan di atas kita cek dari dua klien pada dua router, selain itu kita bisa mengecek juga dengan cara berikut.

PCDireksi>ping 192.168.1.62

Pinging 192.168.1.62 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=130ms TTL=255
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=40ms TTL=255
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=40ms TTL=255
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=40ms TTL=255

Ping statistics for 192.168.1.62:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 40ms, Maximum = 130ms, Average = 62ms

PCSPVS>ping 192.168.2.62

Pinging 192.168.2.62 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=71ms TTL=255
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=31ms TTL=255
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=31ms TTL=255
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=31ms TTL=255

Ping statistics for 192.168.2.62:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 31ms, Maximum = 71ms, Average = 41ms

Maksud perintah di atas adalah kita memanggil ip default gateway yang di letakan pada router eth 1. Dengan demikian kita sudah membuat DHCP dengan Cisco. Selanjutnya kita tinggal membuat RIP agar kedua router bisa saling memanggil.

Pada Nakula :

Nakula(config)#router rip
Nakula(config-router)#network 192.168.100.0
Nakula(config-router)#network 192.168.1.0

Pada Sadewa :

Sadewa(config)#router rip
Sadewa(config-router)#network 192.168.100.0
Sadewa(config-router)#network 192.168.2.0

Pada keterangan di atas kita membuat settingan pada kedua router dengan RIP yaitu dengan memasukkan kedua network mask yang ada pada kedua eth. Setelah itu semua maka kita sudah selesai dengan RIP selanjutnya bisa kita coba.

Cek dari sisi klien Sadewa memanggil klien Nakula :

PCSPVS>ping 192.168.1.62

Pinging 192.168.1.62 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=111ms TTL=254
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=52ms TTL=254
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=61ms TTL=254
Reply from 192.168.1.62: bytes=32 time=61ms TTL=254

Ping statistics for 192.168.1.62:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 52ms, Maximum = 111ms, Average = 71ms

PCSPVS>ping 192.168.1.1

Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time=111ms TTL=126
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time=112ms TTL=126
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time=91ms TTL=126
Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time=100ms TTL=126

Ping statistics for 192.168.1.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 91ms, Maximum = 112ms, Average = 103ms

Selanjutnya kita cek dari sisi klien nakula untuk memanggil klien sadewa :

PCDireksi>ping 192.168.2.62

Pinging 192.168.2.62 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=100ms TTL=254
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=71ms TTL=254
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=60ms TTL=254
Reply from 192.168.2.62: bytes=32 time=70ms TTL=254

Ping statistics for 192.168.2.62:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 60ms, Maximum = 100ms, Average = 75ms

PCDireksi>ping 192.168.2.3

Pinging 192.168.2.3 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.2.3: bytes=32 time=120ms TTL=126
Reply from 192.168.2.3: bytes=32 time=90ms TTL=126
Reply from 192.168.2.3: bytes=32 time=92ms TTL=126
Reply from 192.168.2.3: bytes=32 time=90ms TTL=126

Ping statistics for 192.168.2.3:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 90ms, Maximum = 120ms, Average = 98ms

Jika kalian mendapatkan hasil yg sama maka kita sudah sama2 mempelajari DHCP dan RIP pada cisco 2811. Mudah-mudahan ilmu yang saya share ini bisa bermanfaat bagi kita semua amin. Sekian dari saya jika ada kata yang salah mohon dimaafkan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah dari diri pribadi penulis.

Wassalamualaikum Wr Wb